Liputan6.com, Kairo: Calon presiden atau capres dari Ikhwanul Muslimin (IM) Mohamed Moursi dalam perhitungan sementara mengungguli saingannya Ahmed Shafik pada pemilihan presiden (pilpres) tahap kedua di Mesir untuk warga negara itu di luar negeri pekan lalu.
Media massa setempat melaporkan pada Senin (11/7) bahwa Moursi yang juga ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, menang dalam pemilihan di negara-negara Arab. Sementara, Shafik meraih suara di negara-negara Barat.
Warga Mesir di luar negeri yang melakukan pemilihan lewat kedutaan besar dan konsul jenderal mendapat kesempatan menggunakan hak pilih mereka terlebih dahulu sebelum pilpres di dalam negeri yang akan digelar pada pekan depan, 16 dan 17 Juni.
Harian Al-Ahram melaporkan, Moursi unggul di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dengan perolehan 74 ribu suara. Sementara, Shafik hanya kebagian 7.700 suara.
Di Mouritania, negara Arab di ujung barat Afrika, Moursi menang mutlak dengan meraih 62 persen suara dibanding 38 persen untuk Shafik. Begitu pula di Yaman yang sedang bergolak, Moursi maraih 208 suara dan Shafik hanya 59 suara.
Sementara di New York, Amerika Serikat, Shafik meraih 3.555 suara, Moursi 1.361, di Washington, Shafik unggul 1.777, Moursi 1.192, di Los Angeles, Shafiik merebut 2.404 suara dan dan Moursi hanya kebagian 740 suara. Namun di Chicago, Moursi menang tipis dengan 567 dan Shafik 514 suara.
Di Belanda, Moursi unggul 767 sura, Shafik 343 Suara, begitu pula di London, Inggris, Moursi bertengger di urutan teratas dengan 1.738, Shafik 1.571, di Abuja, Nigeria, Moursi 84 suara, Safik 34 suara.
Adapun di Yordania, Moursi unggul 856, Shafik 407 suara, di Lebanon Moursi 169, Moursi 132 suara.
Sebaliknya, Shafik yang dijuluki loyalis mantan Presiden Hosni Mubarak justru unggul di Tunisia, negara Arab pertama yang menggulingkan Presiden Zine Abidin Ben Ali dalam revolusi pada Januari 2011.(ANS/Ant)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar