Harimau sumatera
JAKARTA, KOMPAS.com - Penegakan hukum terkait kasus perdagangan satwa liar ataupun bagian-bagian tubuhnya memerlukan bukti ilmiah. Bidang ilmu genetika forensik satwa liar yang bisa membantu memenuhi kebutuhan tersebut perlu dikembangkan di Indonesia.
Demikian terungkap dalam seminar setengah hari bertema "Capacity Building in Wildlife Conservation and Forensic Genetics" yang diadakan pada kamis (21/6/2012) di kantor Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta.
Hadir sebagai pembicara seminar adalah Herawati Sudoyo dari Eijkman, Noviar Andatyani dari WCS Indonesia, Ross McEwing dari TRACE Wildlife Forensics Network di Edinburg, Inggris serta Lori S Eggert dari University of Missouri, Amerika Serikat.
Herawati mengungkapkan, genetika forensik diperlukan pen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar