Kamis, 21 Juni 2012

Operasi Mantap Praja 2012 Siap Amankan Pilkada


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Polda Metro Jaya menggelar pasukan operasi kewilayahan Mantap Praja 2012 di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/6/2012) pagi.
Tujuannya, untuk mengamankan berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta agar aman dan tertib. Kampanye dijadwalkan mulai 24 Juni 2012. Sedangkan pemilihannya akan dilakukan pada 11 Juli 2012 mendatang.
Operasi dalam rangka pengamanan Pilkada itu diperkirakan mengerahkan 40.356 personel yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab.
"Operasi ini dilakukan dalam rangka pengamanan Pilkada DKI Jakarta supaya berjalan dengan baik. Sehingga Pilkada bisa lancar, sukses dan terpilih gubernur yang terbaik, bersih dan adil," kata Untung dalam sambutannya, Kamis.
Untung mengatakan Pilkada ini menunjukkan sejauh mana kesadaran kita dalam berdemokrasi. Dia juga mengimbau agar penduduk DKI Jakarta ikut berpartisipasi dalam menentukan cagub-cawagub yang akan memimpin Jakarta, ibukota Negara Indonesia.
Terlebih Jakarta adalah pusat budaya, pusat pedagangan sehingga dituntut spesifik dalam pengamanan. "Semoga warga menggunakan hak pilihnya dengan baik untuk memilih cagub-cawagubnya," pungkasnya.
Acara ini diadakan, lanjut Untung, untuk mengetahui kesiapan Polda Metro Jaya. Senada dengan Untung, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Agung Budi Maryoto mengatakan, kepolisan sedang mengecek kekuatan dan kesiapan personil.
"Untuk mengukur kekuatan personil kami juga membuat suatu simulasi atau peragaan mengenai bagaimana pencoblosan yang tentunya terimplikasi rentan terkena gangguan keamanan di tempat pemungutan suara (TPS)," katanya, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.
Selain itu, lanjut Agung pihak kepolisian juga dibantu komponen kekuatan lain seperti dari jajaran TNI. "Kami meminta bantuan pihak lain seperti TNI agar di TPS-TPS bisa berjalan dalam pemungutan maupun penghitungan suara. Tetapi TNI akan lebih banyak terlibat di objek vital bukan langung di TPS-TPS," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar